Hilirisasi Produk Turunan CPO, Harapan Baru Perekonomian Kutim
Sumarjana
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Kutai Timur (Kutim)
merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki
potensi besar di sektor perkebunan kelapa sawit. Luas lahan perkebunan kelapa
sawit di Kutim mencapai 459.681 hektare dengan jumlah petani sawit mencapai
sebanyak 75.413 jiwa.
Melihat potensi tersebut, Pemerintah
Kabupaten Kutim tengah gencar mendorong pengembangan hilirisasi produk turunan
minyak kelapa sawit (CPO). Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan
perekonomian daerah.
Kepala Dinas Perkebunan Kutim, Sumarjana,
mengatakan bahwa pengembangan produk turunan CPO dapat menjadi potensi besar
yang dapat mendongkrak perekonomian daerah. Pasalnya, produk turunan CPO
memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dibutuhkan oleh masyarakat luas.
“Contohnya seperti produk personal wash, personal
care, hingga biofuel. Produk-produk tersebut tentunya banyak juga dibutuhkan
oleh masyarakat di daerah,” ujar Sumarjana saat ditemui di ruang kerjanya,
Selasa (5/11/2023).
Selain itu, pengembangan produk turunan CPO
juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Kutim. Hal ini tentunya
akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun, untuk membuka peluang ini tentu tidak
bisa cepat karena memerlukan berbagai persiapan dan perancangan. Salah satu
persiapan yang dilakukan adalah penerapan standar nasional melalui Indonesia
Sustainable Palm Oil (ISPO).
ISPO merupakan standar nasional yang mengatur
tentang produksi, pengolahan, dan perdagangan minyak sawit berkelanjutan.
Penerapan ISPO ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk sawit lokal
sehingga dapat bersaing dengan produk sawit dari perusahaan.
“Agar daya saing hasil panen dapat setara
dengan milik perusahaan. Tentunya Kutim sudah memastikan mengikuti standar
itu,” ujar Sumarjana.
Pemerintah Kabupaten Kutim menargetkan
pengembangan produk turunan CPO dapat berjalan cepat. Hal ini dilakukan agar
dapat segera memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Tentunya sebagai pendukung pengembangan
sektor agribisnis sebagai roda ekonomi daerah, rencana ini harus berjalan
cepat,” ujar Sumarjana.
Ke depan, pemerintah akan terus berupaya
mendorong pengembangan produk turunan CPO di Kutim. Hal ini dilakukan agar
dapat mewujudkan Kutim sebagai sentra industri pengolahan CPO di Kalimantan
Timur.(adv/nan)